
Muaro Jambi, 15 Desember 2025
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) per 4 Desember 2025, tercatat 2.476 satuan pendidikan di wilayah Sumatera terdampak bencana banjir dan longsor, yang berdampak pada 208.117 peserta didik dan 19.492 guru. Data ini menegaskan bahwa bencana hidrometeorologi masih menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan proses pendidikan.
Sebagai respons atas kondisi tersebut, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Muaro Jambi menginisiasi kegiatan Santuan Pendidikan Aman Bencana dengan tema “Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Aman dari Bencana melalui Kesiapsiagaan, Mitigasi, dan Pengurangan Risiko”. Kegiatan ini dirancang oleh Bapak Firdaus, S.Hum, dan disambut baik oleh Kepala MAN 2 Muaro Jambi, Bapak Osnedi, S.Si, sebagai bentuk komitmen sekolah dalam memperkuat perlindungan dan keselamatan seluruh warga sekolah.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025 ini diikuti oleh 45 orang guru dan tenaga kependidikan, serta 230 peserta didik dari dua angkatan. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti rangkaian kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kesiapsiagaan sekolah terhadap bencana.
Materi kegiatan secara khusus berfokus pada Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Agu Sujana, selaku Fasilitator SPAB, menyampaikan materi yang menitikberatkan pada penguatan kesiapsiagaan, mitigasi, dan pengurangan risiko bencana di lingkungan sekolah. Materi meliputi pengenalan risiko bencana di sekolah, perencanaan kesiapsiagaan, penyiapan jalur evakuasi, pembagian peran warga sekolah saat darurat, serta penanaman budaya sadar bencana dalam aktivitas belajar mengajar.
Penguatan materi SPAB juga disampaikan oleh Astrid Firdianto, selaku Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) PMI Provinsi Jambi, yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan sekolah dari perspektif kemanusiaan, termasuk perlindungan peserta didik, keselamatan warga sekolah, serta dukungan psikososial dalam situasi kebencanaan. Materi ini menjadi pelengkap penting dalam membangun sekolah yang aman dan tangguh bencana.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Muaro Jambi menegaskan bahwa upaya menciptakan sekolah aman bencana harus menjadi bagian dari sistem pendidikan. Kesiapsiagaan, mitigasi, dan pengurangan risiko bencana perlu diinternalisasikan dalam budaya sekolah agar seluruh warga sekolah mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi kondisi darurat.
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Muaro Jambi diharapkan dapat menjadi contoh penerapan SPAB bagi satuan pendidikan lain di Kabupaten Muaro Jambi dan Provinsi Jambi, khususnya dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.
|
47x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...